Review Online Shop Indonesia : Zalora

Review Online Shop Indonesia : Zalora

Zalora mengambil pendekatan pan-regional untuk fashion ecommerce, dengan toko lokal untuk enam negara Asia Tenggara di mana ia beroperasi. Di enam pasar tersebut, Zalora menargetkan 533 juta pengguna potensial. Zalora menampilkan merek pakaian lokal dan global termasuk Nike, Levis, Aldo, dan Mango. Ini membanggakan diri pada kehadiran online dan offline yang kuat (acara, iklan luar ruang, dll). Pada tahun 2012, tahun pendiriannya, Zalora membukukan kerugian US $ 95 juta, tetapi memperkirakan profitabilitas pada tahun 2015. Pada tahun 2013, ia memiliki lebih dari 1,6 juta pengguna terdaftar.

Sekitar 70 persen pengguna Zalora adalah wanita, mayoritas jatuh antara usia 18 dan 35 tahun. Perusahaan ini memberikan kredit untuk kampanye pemasarannya sebagai pendorong kesuksesan awal.  Saat ini, Zalora memiliki lebih dari 17 juta pengunjung setiap bulan, 4,8 juta penggemar Facebook, lebih dari enam juta langganan buletin, dan 33 persen pengguna mengakses situs melalui perangkat seluler. Sepertiga penjualan Zalora berasal dari label fesyennya sendiri. Zalora memiliki tujuh gudang di seluruh wilayah dan waktu pengiriman rata-rata adalah sekitar dua hari. 90 persen pelanggan di pasar negara berkembang Zalora melayani lebih suka membayar melalui uang tunai pada saat pengiriman. Terlepas dari Kinnevik dan Rocket Internet, Zalora kini didukung oleh beberapa investor global blue chip, termasuk Mitra KTT, Verlinvest, dan JP Morgan.

Dalam laporan tersebut, Lazada mengutip beberapa bagian penting dari data untuk membenarkan keputusannya untuk fokus pada ASEAN, termasuk proyeksi pertumbuhan tingkat pertumbuhan PDB lima persen tahunan yang berlangsung hingga 2016. Lazada mengklaim telah menjadi pemain ecommerce teratas di Asia Tenggara. Pada kuartal pertama 2014, Lazada mencatat 79 juta pengunjung, 6,9 juta penggemar Facebook, dan tingkat keterlibatan 3,8 persen dengan pelanggan yang ditargetkan. Lazada saat ini memiliki lebih dari 967.000 pelanggan aktif dan 41 juta pengunjung unik tahun lalu. 35 persen lalu lintasnya berasal dari pengguna seluler. Grup Lazada tidak merahasiakan tujuannya untuk mengendalikan sektor e-commerce Asia Tenggara dengan cara yang sama seperti yang sekarang dilakukan di China. Lazada diluncurkan pada Februari 2012 untuk menargetkan lebih dari 500 juta konsumen di Hong Kong, Thailand, Vietnam, Filipina, Indonesia, Singapura, dan Malaysia. Zalora sebagai toko online yang menyediakan banyak baju dengan style anak muda banget menjadikannya sebagai kiblat anak muda dalam mencari pakaian yang cocok untuk mereka. Tak hanya itu pakaian couple juga banyak di jual di sini. Ada juga yang bernuansa nusantara sehingga tidak menghilangkan esensi khas nusantaranya indonesia. Seperti halnya online shop yang lain zalora melayani dengan sepenuh hati untuk para pelanggan.